BREAKING NEWS

Jumat, 08 September 2023

Materi SKI BAB 1

 BAB 1


Kekhalifahan Abbasiyah (Arab: الخلافة العباسية, al-khilāfah al-‘abbāsīyyah) atau Bani Abbasiyah (Arab: العباسيون, al-‘abbāsīyyūn) adalah kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad (sekarang ibu kota Irak) dan kemudian berpindah ke Kairo sejak tahun 1261. Kekhalifahan ini berkembang pesat dan menjadikan dunia Islam sebagai pusat pengetahuan dunia. Kekhalifahan ini berkuasa setelah merebutnya dari Bani Umayyah dan menundukkan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah merujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566-652), oleh karena itu mereka juga termasuk ke dalam Bani Hasyim. Berkuasa mulai tahun 750 dan memindahkan ibu kota dari Damaskus ke Baghdad. Berkembang selama tiga abad, tetapi pelan-pelan meredup setelah naiknya bangsa Turki yang sebelumnya merupakan bahagian dari tentara kekhalifahan yang mereka bentuk, dan dikenal dengan nama Mamluk. Selama 150 tahun mengambil kekuasaan memintas Iran, kekhalifahan dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan kepada dinasti-dinasti setempat, yang sering disebut amir atau sultan. Menyerahkan Andalusia kepada keturunan Bani Umayyah yang melarikan diri, Maghreb dan Ifriqiya kepada Aghlabiyyah dan Fatimiyah. Kejatuhan totalnya pada tahun 1258 disebabkan serangan bangsa Mongol yang dipimpin Hulagu Khan yang menghancurkan Baghdad dan tak menyisakan sedikitpun dari pengetahuan yang dihimpun di perpustakaan Baghdad. Kekhalifahan Bani Abbasiyah berlanjut di Kairo mulai tahun 1261 dibawah naungan Kesultanan Mamluk Mesir. Kekhalifahan di Kairo ini berakhir ketika Mesir di taklukan Kesultanan Utsmaniyah tahun 1517 dan gelar khalifah di klaim oleh dinasti Utsmaniyah Turki.


Keturunan dari Bani Abbasiyah termasuk suku al-Abbasi saat ini banyak bertempat tinggal di timur laut Tikrit, Iraq sekarang.

Ulangan Harian SKI

 Iki Jajal pengumuman lur

RAPAT GURU


 

HADIAH 17AN


 

RAPAT AULA

 






Kamis, 13 Juli 2023

KONDISI MASYARAKAT ARAB PRA ISLAM

 2. Kondisi Sosial Masyarakat Arab Pra Islam

    Bangsa Arab dikenal dengan bangsa ahli syair dan pemberani, selain ahli syair dan pemberani karakter positif arab lainya seperti punya semangat tinggi dalam mencari nafkah, sabar menghadapi kekerasan alam, mempunyai ketahan fisik, kekuatan daya ingat, hormat akan harga diri dan martabat, masyarakat yang cinta kebebasan, loyal pada pimpinan, pola hidup yang sederhana, ramah, dan sebagainya.

   Dalam hal bersyair, pada masa jahiliyah masyarakat Arab sangat gemar terhadap syair. Syair mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting sebelum datangnya Islam. Syair dijadikan sebagai sarana komunikasi yang paling banyak berperan, baik dimasa damai maupun dimasa berperang. Pada umumnya mereka menggunakan syair sebagai alat untuk membanggakan keunggulan-keunggulan yang mereka miliki .

Tokoh-tokoh ahli syair masa jahiliyah yang sangat terkenal adalah:

  • Muhalhil bin Rabiah at Taqhliby
  •  Umrul Qais, Zuhair bin Abi Sulma
  •  Lubaid bin Rabiah
  •  Antarah bin Syaddad Nabighah Adh Dhibyany
  •  Asya bin Qais 

 Adapun kebiasaan-kebiasaan buruk mereka adalah:

  •  minum minuman khamr(arak) sampai mabuk
  •  berjudi
  •  berzina  
  •  merampok 
 Mereka memposisikan perempuan pada posisi terendah. Karena perempuan dianggap mahluk lemah yang tidak punya kemampuan dan kekuatan untuk membela diri. Dengan
demikian laki-laki bebas menikah dan menceraikan perempuan.
Yang lebih buruk lagi mereka mempunyai tradisi mengubur anak perempuan meraka hidup-hidup saat masih balita, karena meraka merasa malu dan terhina mempunyai anak perempuan. Perempuan dianggap lemah tidak bisa membanggakan mereka dalam hal bekerja dan membela kaum mereka saat mereka perang. Dan pada saat itu di masyarakat Arab masih berlaku tradisi perbudakan. Memperbudak atau menjual belikan budak seperti berdagang dagangan lainya. 
 

3. Kondisi Ekonomi Masyarakat Arab pra Islam

      Kondisi ekonomi bangsa Arab saat sebelum datangnya Islam sudah maju karena sebagian besar mereka berniaga, perdagangan merupakan mata pencaharian mereka, meskipun ada juga yang bertani dan berternak. 
Bagi orang Arab Badui peternakan menjadi sumber utama kehidupan mereka, mereka berpindah-pindah guna keperluan menggiring ternak-ternak mereka ke suatu wilayah yang sedang hujan dan subur, jadi kehidupan mereka berpindah dari suatu daerah ke daerah lain atau nomaden. Dari hewan ternak mereka bisa mengkonsumsi daging, meminum susu serta membuat pakaian dari bulu domba. Tatkala kebutuhan mereka terpenuhi, mereka menjual beberapa ternaknya kepada orang lain. Orang-orang kaya dikalangan mereka adalah orang yang memiliki hewan ternak yang banyak. Sehingga untuk mengurusi ternaknya, mereka memperkerjakan beberapa orang untuk mengembalanya.
Sedangkan Masyarakat perkotaan sebagian menjadikan peternakan sebagai sumber kehidupan mereka dan sebagian menggantungkan kehidupan mereka dari pertanian. Bagi mereka yang menggantungkan hidupnya dari peternakan, ada yang menjadi pengembala ternaknya sendiri dan ada juga yang mengembalakan ternak orang lain. Seperti Nabi Muhammad Saw, ketika tinggal di suku Bani Sa’ad, beliau mengembala kambing milik orang kaya. Begitu juga halnya juga Umar bin Khattab, ibnu Mas’ud dan lainya. 
Sedangkan masyarakat Arab perkotaan yang menjadikan pertanian sebagai sumber kehidupan mereka adalah 
masyarakat yang mendiami daerah-daerah yang subur:
  •  Yaman
  • Thaif
  •  Madinah
  •  Najd
  •  Khaibar 
 mayoritas mereka memilih perniagaan sebagai mata pencahariannya, khususnya penduduk Mekah, mereka mempunyai pusat perniagaan yang istimewa. Dalam pandangan orang-orang Arab Penduduk Mekah memiliki kedudukan yang istimewa, karena mereka adalah penduduk negeri Haram (Mekah). Orang-orang Arab lain tidak berani mengganggu perniagaan mereka. Allah ta’ala menjadikan Mekah menjadi tanah yang suci dan aman. Firman Allah QS. Al-Ankabut [29]:67
 
Diantara penduduk Mekah yang memegang peranan penting dalam perniagaan di Jazirah Arab adalah suku Quraisy. Pengalaman berniaga ini didapat dari orang- orang Yaman yang pindah ke Mekah, karena orang-orang Yaman terkenal punya keahlian dibidang perniagaan. Selain itu Mekah menjadi kota tempat orang-orang arab berziarah guna melaksanakan ibadah haji. Karena Ka’bah berada di kota Mekah yang selalu di ziarahi setiap tahun setaip mereka melaksanakan haji. Orang-orang Quraisy mempunyai kebiasaan mengadakan perjalanan perdagangan ke daerah-daerah lain. 
 
Allah Swt. Mengabadikan dalam al-Quran tentang perjalanan mereka dalam usaha perdagangan yang sangat terkenal, yaitu musim dingin menuju Yaman, dan sebaliknya dagang musim panas ke kota Syam. Firman Allah QS. Quraisy [106] : 1-4



Artinya: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka´bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (QS. Quraisy [106]:1-4).
 
Pasar yg terkenal di Arab sebagai pusat perdagangan :
  • Ukazh
  • Mijannah
  •  Zul Majaz
Fungsi pasar :
  •  tempat transaksi perdagangan 
  •  pusat pertemuan para sastrawan, penyair, dan orator.
  • tempat saling menguji kemampuan. 
 Mekah tidak sekedar sebagai pusat :
  •  perdagangan 
  • pusat peradaban
  •  kekayaan bahasa dan transksi-transaksi global
Sehingga bahasa Arab orang Quraisy menjadi bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Arab, mudah diucapkan, paling enak didengar serta paling kaya perbendaharaan kata.  
Dalam hal ekonomi, riba sudah menjadi tradisi dan lazim dipraktikkan oleh masyarakat jazirah Arab. Termasuk Mekah sebagai pusat perdagangan sudah terpengaruhi sistem riba. lain.Sebagai alat transportasi untuk memobilsasi barang perdagangan mereka menggunakan unta sebagai alat transportasi yang bisa diandalkan.  Karna unta merupakan hewan yang menakjubkan yang memiliki kekuatan tangguh, mampu menahan haus dan mampu menempuh perjalanan yang jauh. Unta-unta ini membawa dagangan dari satu negeri ke negeri lainya untuk diperjual belikan.  
 

4. Kondisi Politik Masyarakat Arab Pra Islam  

Sebelum Islam datang, bangsa Arab di pengaruhi oleh tiga kekuatan politik, 
yaitu kekaisaran : 
  • Byzantium
  • kekaisaran Persia yang memeluk agama Zoroaster
  • serta Dinasti Himyar yang berkuasa di Arab bagian selatan.
 
Kondisi politik jazirah Arab terpengaruhi oleh dua hal,
  •  interaksi dunia Arab dengan kekaisaran Byzantium dan Persia. 
  • persaingan antara Yahudi dan Zoroaster. 
Kekaisaran Byzantum atau disebut juga Kekaisaran Romawi Timur ini berpusat di ibu kota Konstantinopel, dan di kuasai oleh kaisar-kaisar yang merupakan pengganti kaisar romawi kuno setelah runtuhnya kekaisaran Romawi Barat
Pada abad ke 7 imperium ini telah meliputi :
  • Asia kecil
  • Siria
  • Mesir 
  • Sebagian daerah Italia, serta sejumlah wilayah pesisir Afrika. 
Kekaisaran Persia adalah kekasiaran Persia Pra-Islam terahir dipimpin oleh Dinasti Sassania (sasanid) mempunyai wilayah :
  • Iran
  • Irak
  • Armenia
  • Afganistan
  • Turki Bagian Timur
  • Sebagian India
  • Suriah
  • Pakistan
  • Kaukasia
  • Asia tengah 
  • Arabia
 Bangsa arab terdiri dari beberapa suku yang sangat fanatik yang berlebihan dan loyal pada pemimpin suku. Tidak jarang, peperangan terjadi antar suku. Seperti perang fujjar yang terjadi 15 tahun sebelum Rasul di utus. 
Perang Fujjar merupakan perang saudara yang terjadi beberapa kali. Pertama perang antara suku Kinanah dan Hawazan, kemudian suku Quraisy dan Hawazan serta suku Kinanah dan hawazan lagi. 
 
Kerajaan yg pernah ada di Jazirah Arab :
 
a.       Kerajaan Kindah (480-529 SM) 
      Kerajaan Kindah adalah satu-satunya kerajaan yang berdiri di tengah-tengah Jazirah   Arab di antara hukum yang diatur berdasarkan kabilah.  
Raja pertama kerajaan ini bernama Hajar Akil al-Mirar. Dia tunduk di bawah kerajaan Himyar di Yaman. Cucunya yang bernama Harits bin ‘Amr berhasil meluaskan pengaruhnya ke Hirah. Namun, kerajaan mereka hancur dan kembalilah kerajaannya pada kehidupan kabilah. Namun, kerajaan Kindah umurnya tidak lama. Penyair yang bernama Imruul Qais salah seorang pengarang syair-syair masa jahiliah menisbatkan dirinya pada raja-raja Kindah. Dia telah berusaha untuk membangun kembali kerajaan leluhurnya, namun gagal. 
 
b.      Kerajaan Ma’in dan kerjaan Qatban 1200 SM-700 SM) 
Kedua kerajaan ini hidup di satu zaman. Keduanya adalah kerajaan paling awal di Yaman. Namun, sejarah tentang kedua kerajaan itu sangatlah sedikit. 
 
c.       Kerajaan Saba’
  Kerajaan Saba’ ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Ma’in dan Qatban. Kerajaan Saba’ juga meliputi Hadharmaut. Ibukotanya adalah Ma’rab
 
Kerajaan ini menjadi terkenal disebabkan dua hal. 
  • Pertama, adanya Ratu Bilqis. Kisah tentang ratu ini dengan Nabi Sulaiman disebutkan dalam  surah an-Naml.  
  • Kedua, Bendungan Ma’rab yang besar.  
Bendungan ini menjadikan Yaman menjadi sebuah negeri yang makmur dan sejahtera. Namun, kemudian bendungan ini hancur. Maka, terjadilah sebuah bencana air bah yang dahsyat. Akhirnya, penduduk setempat banyak yang pindah ke wilayah utara. Peristiwa ini sekaligus menjadi tanda kehancuran Saba’ dan berdirinya kerajaan Himyar.

 


 
 
Copyright © 2014 INDAHNYA BERBAGI Shared By by Themes24x7.