2. Kondisi Sosial Masyarakat Arab Pra Islam
Bangsa Arab dikenal dengan bangsa ahli syair dan pemberani, selain ahli syair dan pemberani karakter positif arab lainya seperti punya semangat tinggi dalam mencari nafkah, sabar menghadapi kekerasan alam, mempunyai ketahan fisik, kekuatan daya ingat, hormat akan harga diri dan martabat, masyarakat yang cinta kebebasan, loyal pada pimpinan, pola hidup yang sederhana, ramah, dan sebagainya.
Dalam hal bersyair, pada masa jahiliyah masyarakat Arab sangat gemar terhadap syair. Syair mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting sebelum datangnya Islam. Syair dijadikan sebagai sarana komunikasi yang paling banyak berperan, baik dimasa damai maupun dimasa berperang. Pada umumnya mereka menggunakan syair sebagai alat untuk membanggakan keunggulan-keunggulan yang mereka miliki .
Tokoh-tokoh ahli syair masa jahiliyah yang sangat terkenal adalah:
- Muhalhil bin Rabiah at Taqhliby
- Umrul Qais, Zuhair bin Abi Sulma
- Lubaid bin Rabiah
- Antarah bin Syaddad Nabighah Adh Dhibyany
- Asya bin Qais
Adapun kebiasaan-kebiasaan buruk mereka adalah:
- minum minuman khamr(arak) sampai mabuk
- berjudi
- berzina
- merampok
Mereka memposisikan perempuan pada posisi terendah. Karena perempuan dianggap mahluk lemah yang tidak punya kemampuan dan kekuatan untuk membela diri. Dengan
demikian laki-laki bebas menikah dan menceraikan perempuan.
demikian laki-laki bebas menikah dan menceraikan perempuan.
Yang lebih buruk lagi mereka mempunyai tradisi mengubur anak perempuan meraka hidup-hidup saat masih balita, karena meraka merasa malu dan terhina mempunyai anak perempuan. Perempuan dianggap lemah tidak bisa membanggakan mereka dalam hal bekerja dan membela kaum mereka saat mereka perang. Dan pada saat itu di masyarakat Arab masih berlaku tradisi perbudakan. Memperbudak atau menjual belikan budak seperti berdagang dagangan lainya.
3. Kondisi Ekonomi Masyarakat Arab pra Islam
Kondisi ekonomi bangsa Arab saat sebelum datangnya Islam sudah maju karena sebagian besar mereka berniaga, perdagangan merupakan mata pencaharian mereka, meskipun ada juga yang bertani dan berternak.
Bagi orang Arab Badui peternakan menjadi sumber utama kehidupan mereka, mereka berpindah-pindah guna keperluan menggiring ternak-ternak mereka ke suatu wilayah yang sedang hujan dan subur, jadi kehidupan mereka berpindah dari suatu daerah ke daerah lain atau nomaden. Dari hewan ternak mereka bisa mengkonsumsi daging, meminum susu serta membuat pakaian dari bulu domba. Tatkala kebutuhan mereka terpenuhi, mereka menjual beberapa ternaknya kepada orang lain. Orang-orang kaya dikalangan mereka adalah orang yang memiliki hewan ternak yang banyak. Sehingga untuk mengurusi ternaknya, mereka memperkerjakan beberapa orang untuk mengembalanya.
Sedangkan Masyarakat perkotaan sebagian
menjadikan peternakan sebagai
sumber kehidupan mereka dan sebagian
menggantungkan kehidupan mereka dari pertanian. Bagi mereka yang
menggantungkan hidupnya dari peternakan, ada yang menjadi pengembala ternaknya sendiri
dan ada juga yang mengembalakan
ternak orang lain. Seperti Nabi
Muhammad Saw, ketika tinggal di suku Bani Sa’ad, beliau mengembala kambing milik orang kaya. Begitu juga halnya juga
Umar bin Khattab, ibnu Mas’ud dan lainya.
Sedangkan masyarakat Arab perkotaan yang menjadikan pertanian
sebagai sumber kehidupan
mereka adalah
masyarakat yang mendiami daerah-daerah yang subur:
- Yaman
- Thaif
- Madinah
- Najd
- Khaibar
Diantara penduduk Mekah yang memegang
peranan penting dalam perniagaan di
Jazirah Arab adalah suku Quraisy. Pengalaman berniaga ini didapat dari orang- orang Yaman yang pindah ke Mekah, karena
orang-orang Yaman terkenal punya keahlian
dibidang perniagaan. Selain itu Mekah menjadi kota tempat orang-orang arab berziarah guna melaksanakan ibadah haji.
Karena Ka’bah berada di kota Mekah yang selalu di ziarahi setiap tahun setaip
mereka melaksanakan haji.
Orang-orang Quraisy mempunyai
kebiasaan mengadakan perjalanan perdagangan ke daerah-daerah lain.
Allah Swt. Mengabadikan dalam
al-Quran tentang perjalanan mereka
dalam usaha perdagangan yang sangat terkenal,
yaitu musim dingin menuju Yaman, dan sebaliknya dagang
musim panas ke kota Syam. Firman Allah QS.
Quraisy [106] : 1-4
Artinya: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka´bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (QS. Quraisy [106]:1-4).
Pasar yg terkenal di Arab sebagai pusat perdagangan :
- Ukazh
- Mijannah
- Zul Majaz
Fungsi pasar :
- tempat transaksi perdagangan
- pusat pertemuan para sastrawan, penyair, dan orator.
- tempat saling menguji kemampuan.
- perdagangan
- pusat peradaban
- kekayaan bahasa dan transksi-transaksi global.
Dalam hal ekonomi, riba sudah menjadi
tradisi dan lazim dipraktikkan oleh masyarakat jazirah
Arab. Termasuk Mekah sebagai pusat perdagangan sudah terpengaruhi sistem
riba. lain.Sebagai
alat transportasi untuk memobilsasi barang perdagangan mereka menggunakan
unta sebagai alat transportasi yang
bisa diandalkan. Karna unta merupakan hewan yang menakjubkan yang memiliki kekuatan tangguh, mampu menahan
haus dan mampu menempuh perjalanan yang
jauh. Unta-unta ini membawa dagangan dari satu negeri ke negeri lainya untuk diperjual belikan.
4. Kondisi Politik Masyarakat Arab Pra Islam
Sebelum Islam datang, bangsa Arab di
pengaruhi oleh tiga kekuatan politik,
yaitu kekaisaran :
- Byzantium
- kekaisaran Persia yang memeluk agama Zoroaster
- serta Dinasti Himyar yang berkuasa di Arab bagian selatan.
Kondisi politik jazirah Arab
terpengaruhi oleh dua hal,
- interaksi dunia Arab dengan kekaisaran Byzantium dan Persia.
- persaingan antara Yahudi dan Zoroaster.
Pada abad ke 7 imperium ini telah
meliputi :
- Asia kecil
- Siria
- Mesir
- Sebagian daerah Italia, serta sejumlah wilayah pesisir Afrika.
- Iran
- Irak
- Armenia
- Afganistan
- Turki Bagian Timur
- Sebagian India
- Suriah
- Pakistan
- Kaukasia
- Asia tengah
- Arabia
Perang Fujjar
merupakan perang saudara yang terjadi beberapa
kali. Pertama perang
antara suku Kinanah
dan Hawazan, kemudian suku Quraisy dan Hawazan serta suku Kinanah
dan hawazan lagi.
Kerajaan yg pernah ada di Jazirah Arab :
a. Kerajaan Kindah
(480-529 SM)
Kerajaan Kindah adalah satu-satunya kerajaan yang berdiri
di tengah-tengah Jazirah Arab di antara hukum yang diatur berdasarkan kabilah.
Raja pertama
kerajaan ini bernama Hajar Akil al-Mirar. Dia tunduk di bawah kerajaan
Himyar di Yaman. Cucunya yang bernama
Harits bin ‘Amr berhasil meluaskan pengaruhnya ke Hirah. Namun, kerajaan mereka hancur dan kembalilah
kerajaannya pada kehidupan kabilah. Namun, kerajaan Kindah umurnya tidak lama. Penyair
yang bernama Imruul Qais salah seorang pengarang
syair-syair masa jahiliah menisbatkan dirinya
pada raja-raja Kindah.
Dia telah berusaha
untuk membangun kembali
kerajaan leluhurnya, namun gagal.
b. Kerajaan Ma’in dan kerjaan
Qatban 1200 SM-700
SM)
Kedua
kerajaan ini hidup di satu zaman. Keduanya
adalah kerajaan paling awal di Yaman. Namun, sejarah tentang kedua kerajaan
itu sangatlah sedikit.
c. Kerajaan Saba’
Kerajaan Saba’ ini berdiri
setelah runtuhnya kerajaan
Ma’in dan Qatban.
Kerajaan Saba’ juga meliputi Hadharmaut. Ibukotanya adalah Ma’rab. Kerajaan ini menjadi terkenal disebabkan dua hal.
- Pertama, adanya Ratu Bilqis. Kisah tentang ratu ini dengan Nabi Sulaiman disebutkan dalam surah an-Naml.
- Kedua, Bendungan Ma’rab yang besar.
Posting Komentar